Kata - KAta RoMantiss

" Cinta takkan datang kalau tidak dicari"

Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya. Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.

Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya. Kisah silam tidak perlu diungkit lagi, kiranya kamu benar-benar mencintainya setulus hati.


Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehingga kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna penyesalan karena perginya tanpa berkata lagi.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi.

Hawa diciptakan dari rusuk Adam, bukan dari kepala untuk dijunjung, bukan dari kaki untuk dijadikan alas, melainkan dari sisinya untuk dijadikan teman hidup, dekat dihati untuk dicintai...

Kadang-kadang ALLAH hilangkan sekejap matahari kemudian dia datangkan pula guruh dan kilat. Puas kita mencari di mana matahari, rupa-rupanya ALLAH nak hadiahkan kita pelangi yang indah ...

Jika kamu memancing ikan, setelah ikan itu terlekat di mata kail, hendaklah kamu mengambil ikan itu, janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja…. Karena ia akan sakit oleh karena bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup... Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang, setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya, janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja… Karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu, dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingatimu…

Cinta akan menyakitkan ketika kamu berpisah dengan seseorang, lebih menyakitkan apabila kamu dilupakan oleh kekasihmu, tapi cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kamu sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan.

Pacaran Benar Atau Ga Sich??

REMAJA identik dengan pacaran. Menjelang malam minggu, topik pembicaraan hangat ya soal dating. Kenapa sih kita identik dengan pacaran?Kita-kita disebut remaja kalau sudah masuk masa puber. nnach ciri-ciri pacaran ada banyak.

1. Masa puber itu ditandai dengan berkembangnya tanda seksual primer dan sekunder pada diri kita. Para gadis kecil disebut gadis remaja kalau sudah menarche atau dapat haid yang pertama kali, payudara mulai tumbuh, badan jadi mulai berlekuk-lekuk, kulit jadi halus, juga tumbuh rambut di ketiak dan daerah sekitar alat kelamin. Yang cowok disebut remaja kalau sudah mengalami mimpi basah (bukan mimpi kehujanan lho ya) yaitu mimpi yang mengakibatkan keluarnya sperma tanpa disadari. Selain mimpi basah, para cowok juga mengalami perubahan fisik, yaitu berubah suaranya, tumbuh rambut di sekitar alat kelamin dan ketiak, tumbuh kumis, dan dada mulai membidang. Perubahan itu semua dipengaruhi hormon yang sudah bekerja. Hormon yang berkembang dalam tubuh cewek adalah progesteron dan estrogen, sedangkan yang ada dalam tubuh cowok adalah hormon testosteron. Enggak cuma fisik aja yang berubah pada remaja tetapi juga cara berpikir juga mulai berkembang, mulai mencari jati diri dan cenderung labil emosinya. Teman-teman sebaya mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan kita, karena itulah kita lebih milih untuk gaul sama teman sebaya daripada diam di rumah bareng ortu.Pada masa kita sekarang, dorongan seksual sudah muncul akibat dari bekerjanya hormon-hormon yang tadi sudah disebutkan. Karena sudah ada dorongan seksual maka muncul ketertarikan terhadap lawan jenis. Yang cewek jadi suka ngerumpiin cowok-cowok cakep dan saingan abis untuk ngecengin cowok paling top di sekolah, sedang yang cowok-cowok agresif buat ngedapetin cewek yang paling seksi, dan yang nekat "nembak" dan berhasil, sukses pacaran deh.Banyak alasan remaja berpacaran. Ada yang bilang kalau tidak pacaran berarti tidak gaul dan ketinggalan zaman. Ada juga yang bilang pacaran karena ikutan tren. Ada lagi yang pacaran karena teman. Pacaran yang model begini biasanya dianut karena teman-temannya sudah punya pacar. Sering muncul pertanyaan seperti ini, "Ngapain aja sih kalau pacaran?" Remaja yang lagi punya dorongan seksual tegangan tinggi ini biasanya ada yang melakukan aktivitas seksual dan tidak sadar bahwa itu semua adalah awal dari PaHe. PaHe adalah singkatan dari Pacaran Heboh. Bahaya enggak sih gaya pacaran yang seperti itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, yuk kita lihat apa yang bakal terjadi kalau ber-PaHe-ria:1. Berisiko tertular PMSPMS itu singkatan dari Penyakit Menular Seksual seperti Kencing Nanah (GO), Siphilis, Kutil Kelamin, Hepatitis, bahkan HIV/AIDS. PMS ini mungkin terjadi kalau ternyata pacar kita suka gonta-ganti pasangan, terutama yang sering melakukan hubungan seksual dengan orang yang berisiko tinggi tanpa menggunakan pengaman. Buat yang cowok, PMS ini mudah diketahui karena alat kelaminnya berada di luar sehingga langsung dapat diobati. Sedangkan buat yang cewek, PMS baru ketahuan kalau sudah parah karena organ reproduksinya berada di dalam jadi seringkali terlambat untuk diobati. Risiko dari PMS ini salah satunya adalah menyebabkan kemandulan.

2. KTD (Kehamilan yang tidak Diinginkan)Kalau biasanya kehamilan adalah suatu anugerah, tetapi kehamilan yang satu ini adalah musibah. Gaya Pacaran Heboh punya risiko besar atas terjadinya kehamilan. Kita seringkali tidak mengetahui bahwa kegiatan petting juga mempunyai risiko hamil, walaupun tidak sebesar risiko intercourse atau HUS (Hubungan Seksual). Sperma yang keluar dari penis saat terjadinya ejakulasi bisa saja masuk ke liang vagina dan berenang ke rahim sehingga membuahi ovum dan terjadilah kehamilan. Mitos bahwa melakukan hubungan seksual satu kali tidak akan menyebabkan kehamilan juga ikut berperan dalam terjadinya Kehamilan Tidak Diinginkan ini.

3. Pernikahan DiniItu kan judul sinetron! Eits...yang satu ini bukan judul sinetron, tetapi risiko lain dari PaHe. Biar adik bayi dalam kandungan lahir berayah, so nikah saja. Tetapi apakah menikah berarti menyelesaikan masalah? Kita yang emosinya masih labil, sebetulnya belum siap secara psikologis untuk menjadi ortu. Bayangkan, tiap malam mesti bangun kalau adik bayi ngompol atau lapar minta susu, belum lagi kalau si kecil sakit. Bayi juga nuntut perhatian ekstra lho, padahal kita juga masih butuh diperhatikan. Terus, sekolahnya gimana kalau tiap hari harus mengasuh bayi dari pagi sampai malam. Jadwal jalan bareng sambil ngeceng dan cuci mata bareng sohib di mal juga harus dilupakan, kan?

4. AborsiNah, kalau tidak nikah, pengin nerusin sekolah, dan jaim atawa jaga imej sudah pasti penginnya aborsi biar enggak malu-maluin ortu juga. Apa benar aborsi jalan keluar terbaik? Terpikir enggak kalau aborsi itu bisa menyebabkan infeksi kalau peralatannya enggak steril, menyebabkan kanker rahim juga kalau kuretasenya tidak bersih, kemandulan juga bisa terjadi karena aborsi dan yang paling parah bisa menyebabkan kematian kalau tidak dilakukan secara benar. Secara kejiwaan, aborsi bisa menimbulkan depresi berat dan rasa bersalah yang berat. Oke, sudah lihat risikonya kan? So, masih pengen PaHe?Terus gimana dong pacaran yang sehat? Begini nih tips pacaran yang sehat:1. Beraktivitas yang positifSeru juga lho kalau pacaran sambil kursus keterampilan yang bisa menunjang prestasi. Dijamin bakal semangat kursusnya! Kalau tidak ingin gabung kursus bisa juga cari aktivitas bareng pacar. Olahraga bareng boleh dicoba tuh! Lari keliling Senayan lima kali bakalan enggak capek. Pacaran iya, sehat juga iya.

2. Hindari tempat sepiKata Nenek, berduaan itu bisa bahaya. Apalagi tempatnya agak gelap, wah bisa bahaya tuh. So, paling enak kalau pacaran sambil gaul sama temen-temen. Selain menghindar dari PaHe, kita juga enggak bakal dicuekin sama teman-teman karena selalu berduaan.

3. "Say No to Free Sex!"Bukan cuma drugs yang harus di-SAY NO, free sex juga. Kalau pacar kita melakukan sesuatu yang tidak kita suka, apalagi menjurus ke aktivitas seksual, maka kita harus berani bilang tidak. Jangan takut kalau diancam putus, kan kita jadi tahu doi bukan pacar yang baik. Kalau kita mengalami paksaan atau bahkan kekerasan, jangan ragu untuk cerita sama orang yang bisa kita percaya untuk minta bantuannya. Telepon saja pusat layanan remaja di kota kita.Oke, guys, kayaknya sudah cukup lengkap nih infonya. Jangan ragu-ragu deh jadi remaja yang bertanggung jawab! Dan, selamat berpacaran yang sehat ya!